PENATAAN SISTEM PARKIR PADA KAWASAN PERDAGANGAN STUDI KASUS: KORIDOR JALAN PEKIRINGAN

Authors

  • Isti Qur’ani Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
  • Budi Tjahjono Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Keywords:

Kawasan Perdagangan, Manajemen Parkir, Penataan

Abstract

Salah satu penyebab masalah transportasi sering ditemukan di kota-kota di Indonesia adalah kurangnya ruang jalan yang diperlukan untuk sirkulasi lalu lintas kendaraan. Kondisi ini semakin diperparah dengan ketidakteraturan kendaraan umum serta kehadiran lahan parkir di bahu jalan sehingga menyebabkan rendahnya kapasitas jalan dari yang seharusnya. Peningkatan jumlah aktivitas perdagangan terutama di kawasan perdagangan yang terletak di Jalan Pekiringan Kota Cirebon turut andil dalam memengaruhi aliran lalu lintas yang melewati koridor jalan tersebut sehingga membutuhkan adanya sistem perparkiran yang memadai. Penyediaan ruang parkir yang cukup khususnya pada pusat perdagangan merupakan faktor yang sangat penting di dalam sistem transportasi perkotaan. Koridor Jalan Pekiringan merupakan salah satu kawasan perdagangan aktif di Kota Cirebon. Berbeda dengan lahan parkir yang tersedia di area mall dimana terdapat area mengakomodir proses bongkar muat barang sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain. Koridor Jalan Pekiringan tidak memiliki lahan parkir yang cukup untuk mengakomodasi aktivitas bongkar muat tersebut sehingga menimbulkan dampak kemacetan. Maka seyogyanya masyarakat dapat turut berpartisipasi aktif untuk mengurangi dampak tersebut. Arsitek Urban sebagai perencana kota yang seharusnya menyediakan space untuk bongkar muat barang, juga tersedianya ruang bongkar muat barang yang disediakan secara khusus oleh tokotoko yang berada di Koridor Jalan Pekiringan serta pembaharuan regulasi manajemen parkir oleh Pemerintah merupakan salah satu saran penulis dalam mengatasi kesemrawutan Koridor Jalan Pekiringan Kota Cirebon ini.

 

Downloads

Published

2018-10-01 — Updated on 2021-09-10

Versions