LITERATURE REVIEW: FASILITAS ARSITEKTURAL PADA DESA WISATA PEMENANG LDWN DAN ADWI BERDASARKAN PENDEKATAN PENTAHELIX
Main Article Content
Abstract
Desa wisata merupakan bentuk pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan potensi lokal dengan kegiatan pariwisata berbasis masyarakat. Pemerintah melalui Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) dan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) berupaya mendorong kemandirian serta daya saing desa melalui penguatan aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (Kemenparekraf, 2023). Dalam konteks arsitektur, penyediaan fasilitas wisata (amenitas) berperan penting dalam menciptakan kenyamanan, identitas ruang, dan pengalaman pengunjung (Maharani, 2024). Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan mengidentifikasi peran fasilitas arsitektural dalam pengembangan desa wisata pemenang LDWN dan ADWI berdasarkan pendekatan pentahelix. Metode yang digunakan ialah analisis kualitatif deskriptif terhadap penelitian terdahulu yang membahas amenitas, pentahelix, dan pengembangan kawasan wisata berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas arsitektural dipengaruhi oleh kategori pengembangan desa wisata dan kolaborasi antaraktor pentahelix pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media dalam menciptakan ruang wisata yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan (Kuswandi et al., 2025).