PERUBAHAN KONFIGURASI RUANG MASJID AL-KAROMAH DEPOK
Main Article Content
Abstract
Masjid Al-Karomah Depok di Kabupaten Cirebon diperkirakan berdiri sejak akhir abad ke-14 masa syiar Islam para wali(Scribd, 2021; Radar Cirebon, 2024). Sebagai struktur peribadatan tertua, masjid ini menghadapi tantangan berupa fluktuasi intensitas jamaah secara kontras antara ritme shalat lima waktu dan aktivitas rutin skala besar seperti shalat Jumat maupun tabligh akbar. Lonjakan beban manusia yang dinamis menuntut fleksibilitas konfigurasi ruang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konfigurasi tata ruang Masjid Al-Karomah Depok beradaptasi secara spasial dalam mengantisipasi perubahan beban kapasitas jamaah tersebut. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penelitian berfokus pada evaluasi tata letak ruang dan sirkulasi melalui penelusuran data dokumenter serta wawancara pihak pengelola masjid. Hasil penelitian menunjukkan Masjid Al-Karomah menerapkan zonasi pola konsentris yang membagi area menjadi ruang utama (inti), selasar semi-terbuka, dan koridor luar. Adaptasi ruang dilakukan secara horizontal-radial, di mana dinding bata merah ekspos tebal pembatas permanen tetap terkoneksi melalui bukaan-bukaan makro (pintu dan jendela besar). Saat terjadi lonjakan jamaah, selasar semi-terbuka dan koridor luar dikonversi menjadi perluasan saf (spatial extension) yang menyatu visual dan orientasi ke arah mihrab utama. Disimpulkan bahwa konfigurasi ruang Masjid Al-Karomah memiliki adaptabilitas spasial tinggi, di mana integrasi antara ruang dalam masif dan ruang luar fluid mampu merespons sirkulasi serta kepadatan jamaah secara optimal tanpa menghilangkan nilai sakralitas ruang inti.