https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/issue/feed Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC 2026-08-06T10:49:06+07:00 Ronny D tekniksipil@sttcirebon.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil</strong> <strong>STTC</strong> diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon , merupakan jurnal multidisiplin, akses terbuka, peer-review yang berkaitan dengan semua aspek teknik sipil. terbuka untuk semua dosen dan mahasiswa jurusan teknik sipil.</p> <p>Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC menyambut baik kontribusi yang mempromosikan pertukaran ide dan wacana rasional antara pendidik, praktiksi dan peneliti teknik sipil</p> <p>Jurnal ini didedikasikan untuk memajukan batas pengetahuan dan teknologi dengan mendorong penelitian lintas disiplin dan aplikasi inovatif dalam proyek-proyek rekayasa teknik sipil</p> https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/342 PENANGANAN BANJIR DI KAWASAN DRAJAT AKIBAT MELUAPNYA SUNGAI KALISUBA DENGAN MENGGUNAKAN RETAINING WALL 2026-08-06T10:24:11+07:00 Syaebatul Hamdi radenhamdi323@gmail.com Edi Rohadi eedirohadi@yahoo.com Nono Carsono nono.carsono@yahoo.com <p style="text-align: justify;">Kawasan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, merupakan salah satu wilayah rawan banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Kalisuba, terutama saat musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab banjir serta merancang solusi penanganan dengan pendekatan struktur teknik sipil berupa retaining wall. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk menentukan debit banjir rencana dan analisis hidrolika untuk mengevaluasi kapasitas penampang sungai eksisting. Debit banjir rencana dihitung dengan menggunakan metode Haspers dan Mononobe, dan berdasarkan kala ulang 10 tahun ditetapkan sebesar 186,4131 m³/detik. Setelah ditambahkan faktor sedimen sebesar 10%, debit desain menjadi 205,0544 m³/detik. Debit rencana menunjukkan bahwa kapasitas sungai saat ini tidak mampu menampung debit puncak, sehingga dibutuhkan penanganan struktural. Alternatif yang dipilih adalah retaining wall tipe kantilever dengan tinggi total 8 meter, mempertimbangkan kedalaman aliran rencana 6,5 meter dan freeboard 1,5 meter. Hasil evaluasi stabilitas struktur menunjukkan bahwa desain memenuhi syarat teknis: Faktor keamanan terhadap guling: 3,659, Faktor keamanan terhadap geser lateral: 1,869, Faktor keamanan terhadap daya dukung tanah: 3,286. Seluruh nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan, sehingga desain dinyatakan aman dan dapat diterapkan sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan terdampak.</p> 2026-04-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/343 ANALISIS DISTRIBUSI AIR BERSIH UNTUK KEBUTUHAN OPERASIONAL RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK CAHAYA BUNDA KOTA CIREBON 2026-08-06T10:35:07+07:00 Ananda Maura Qonitatun Zahra mauraazzahra9@gmail.com Lia Amaliah lia_amaliah92@ymail.com Arif Hanif Hidayat arifhanif.hdyt@gmail.com <p style="text-align: justify;">Distribusi air bersih merupakan salah satu komponen penting dalam operasional rumah sakit, terutama dalam mendukung kegiatan medis, sanitasi, dan kebutuhan pasien serta tenaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih harian mencapai 90.240 liter/hari dengan kebutuhan harian maksimum mencapai 112.800 liter per/hari. Namun, pasokan air yang tersedia hanya sebesar 85.158 liter, sehingga terdapat defisit siginifikan dalam memenuhi kebutuhan. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan reservoir yang lebih baik, penambahan kapasitas, penyimpanan air, serta evaluasi sistem pemipaan dan tekanan air untuk mendukung distribusi yang optimal.</p> 2026-04-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/344 ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRGASI PADA DAERAH TIRTANEGARA KEBUPATEN MAJALENGKA 2026-08-06T10:43:52+07:00 Reyhan Adhitya Ramdhan reyhanadhityaramdhan@gmail.com Sonie Apriyanto sonieapriyanto@gmail.com Dedi Hermawan dedi2268@yahoo.com <p style="text-align: justify;">Sistem irigasi memegang peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian, terutama pada daerah yang memiliki curah hujan tidak merata sepanjang tahun. Penelitian ini dilakukan di Daerah Irigasi (DI) Tirtanegara, Kabupaten Majalengka, yang memiliki luas area 649 hektar, dengan tujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi secara sistematis berdasarkan data iklim, jenis tanaman, luas lahan, serta efisiensi saluran irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kebutuhan air irigasi berdasarkan pendekatan klimatologi dan hidrologi, yang mencakup perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode Penman, analisis evaporasi, perkolasi, serta kebutuhan air pada masing-masing musim tanam. Perhitungan dilakukan berdasarkan tiga pendekatan: metode dari buku Irigasi dan Bangunan Air, metode JICA (<em>Japan International Cooperation Agency</em>), dan metode Van de Goor dan Zijlstra. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata evaporasi tahunan tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 3,14 mm dan terendah pada bulan Maret sebesar 2,21 mm. Proses tanam tidak dapat dilakukan secara serentak karena fluktuasi debit Bendung. Kebutuhan air untuk tanaman padi pada Musim Tanam Pertama (MT I) yaitu sebesar 1,27 lt/dt/ha untuk pengolahan lahan dan 0,69 lt/dt/ha untuk masa pertumbuhan. Sedangkan pada Musim Tanam Kedua (MT II), kebutuhan air meningkat menjadi 1,54 lt/dt/ha untuk pengolahan lahan dan 1,19 lt/dt/ha untuk masa pertumbuhan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya koordinasi antara instansi terkait untuk penjadwalan tanam serta pelaksanaan penelitian lanjutan mengenai kebutuhan air yang lebih spesifik agar sistem irigasi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.</p> 2026-04-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/345 ANALISIS STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT EMPAT LANTAI MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BAJA DAN PELAT LANTAI KOMPOSIT 2026-08-06T10:49:06+07:00 Nana Mulyana mulyananana948@gmail.com Nandang Susanto nandang_susanto@yahoo.com Dennis Bintang Nugroho dennisbintangnugroho@gmail.com <p style="text-align: justify;">Bangunan rumah sakit merupakan infrastruktur dengan kategori risiko tinggi yang harus tetap beroperasi pascagempa. Studi ini menganalisis struktur gedung rumah sakit empat lantai dengan sistem rangka baja dan pelat lantai bondek (komposit baja–beton), mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 1729:2020. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS. Perhitungan struktur mencakup balok komposit, kolom baja, sambungan baut dan las, serta shear connector. Evaluasi terhadap kapasitas lentur, tekan, geser, dan stabilitas lateral-torsional menunjukkan semua elemen memenuhi batas keamanan (rasio &lt; 1,0). Pelat bondek terbukti mempercepat waktu konstruksi dan mengurangi beban mati. Hasil ini menunjukkan efektivitas sistem struktur baja komposit untuk bangunan rumah sakit di wilayah rawan gempa.</p> 2026-04-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC