Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss <p><strong>Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil</strong> <strong>STTC</strong> diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon , merupakan jurnal multidisiplin, akses terbuka, peer-review yang berkaitan dengan semua aspek teknik sipil. terbuka untuk semua dosen dan mahasiswa jurusan teknik sipil.</p> <p>Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC menyambut baik kontribusi yang mempromosikan pertukaran ide dan wacana rasional antara pendidik, praktiksi dan peneliti teknik sipil</p> <p>Jurnal ini didedikasikan untuk memajukan batas pengetahuan dan teknologi dengan mendorong penelitian lintas disiplin dan aplikasi inovatif dalam proyek-proyek rekayasa teknik sipil</p> id-ID tekniksipil@sttcirebon.ac.id (Ronny D) radian.ray@gmail.com (R. Radian Baratasena, M.Kom) Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERENCANAAN PENGENDALIAN GENANGAN AIR JALAN DR CIPTO MANGUNKUSUMO KOTA CIREBON https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/325 <p style="text-align: justify;">Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon merupakan salah satu koridor utama di Kota Cirebon yang memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas transportasi dan ekonomi. Namun, kawasan ini sering mengalami genangan air saat musim hujan yang berdampak negatif terhadap kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi Kondisi dan Permasalahan Pada Sistem Drainase Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, (2) Menganalisis Kapasitas Saluran Drainase Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, (3) Merencanakan Upaya Perbaikan atau Rehabilitasi Sistem Drainase Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengumpulan data curah hujan, perhitungan debit banjir rencana dengan metode distribusi normal, distribusi log normal, distribusi gumbel, dan distribusi log pearson III, kemudian dilakukan uji kecocokan distribusi, uji chi khuadrat, dan uji dispersi. Adapun dari hasil penelitian ini adalah terdapat saluran eksisting yang dimensinya tidak memadai, adanya sedimentasi, adanya penyempitan saluran, kurangnya pemasangan <em>street inlet</em> di beberapa saluran drainase, dan kurangnya pemasangan bak kontrol/<em>grill </em>di beberapa saluran drainase untuk menampung debit genangan air rencana sebesar 1,607 l/detik sehingga perlu dilakukan penyesuaian dimensi saluran agar cukup untuk menampung debit genangan air rencana. Dari hasil analisis dimensi perhitungan yang cocok digunakan U Ditch ukuran 140 x 140, penambahan <em>street inlet</em> per 20 m.</p> Deni Iqbal Rivai, Nono Carsono, Lia Amaliah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/325 Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700 ANALISIS ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI CANGKUANG https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/324 <p style="text-align: justify;">Secara umum manfaat dari penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) ini adalah untuk mengetahui dan merencanakan kebutuhan jaringan irigasi secara nyata (kondisi terkini) untuk menunjang penyediaan dan ketersediaan air kedalam areal yang diari oleh irigasi tersebut. perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi Dan Pemeliharaan (AKNOP) jaringan irigasi merupakan hasil analisis yang terukur berdasarkan perhitungan nyata dalam upaya pemenuhan kebutuhan pada jaringan irigasi. Daerah Irigasi (D.I.) Cangkuang terletak di Kecamatan Babakan dan Kecmatan Gebang Kabupaten Cirebon, diketahui bahwa data AKNOP pada D.I. Cangkuang ini belum sesuai dengan pedoman perhitungan AKNOP serta data kerusakan yang tersedia tidak mengacu pada kondisi terkini. Pada kenyataannya di lapangan terdapat banyak kerusakan dan permasalahan pada aset-aset yang dimiliki. Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai IKSI Gabungan Daerah Irigasi Cangkuang pada tahun 2023 adalah sebesar 55,85%, dari nilai tersebut dapat diketahui bahwa kinerja kurang dan perlu perhatian, dan rekomendasi pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan dengan tingkat kerusakan ˃20- 40%; dikarenakan nilai prosentase yang berada dibawah 70%, adanya kemungkinan penurunan nilai kembali pada tahun 2024 dan 2025 karena tidak ada pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan dalam 2 tahun terakhir. Dari hasil penelusuran yang dilakukan terdapat beberapa kerusakan pada masing-masing ruas Saluran Induk Cangkuang sehingga membutuhkan penanganan Rehabilitasi bukan hanya sekadar Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi saja, serta kurang maksimalnya personil dan peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan Operasi dan Pemeliharaan D.I. Cangkuang turut mempengaruhi penurunan kinerja jaringan irigasi, dalam perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi Dan Pemeliharaan (AKNOP) telah dilakukan pada D.I. Cangkuang didapatkan angka sebesar Rp.3.629.673.000,00.</p> Rifqi Hawari, Sonie Apriyanto, Elgri Yugawati Wisesa, Rama Hardiasyah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/324 Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700 PERENCANAAN TEKNIS PEMELIHARAAN JEMBATAN GANTUNG CIHOE KECAMATAN CILEDUG KABUPATEN CIREBON https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/326 <p style="text-align: justify;">Jembatan gantung merupakan prasarana vital di wilayah pedesaan yang menghubungkan akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, dan aktivitas sosial. Penelitian ini dilakukan pada Jembatan Gantung Cihoe, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, yang dibangun pada tahun 1998 dan direhabilitasi pada tahun 2019. Meskipun telah direhabilitasi, jembatan ini tetap memerlukan evaluasi teknis dan pemeliharaan berkala untuk memastikan kelayakan fungsional dan strukturalnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi fisik jembatan melalui inspeksi visual, menganalisis kekuatan struktur komponen utama secara manual, serta menyusun perencanaan teknis pemeliharaan berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Komponen yang dianalisis meliputi kabel utama, <em>hanger</em>, lantai jembatan, menara (<em>pylon</em>), blok angkur utama, kabel angin, dan blok angkur kabel angin. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode inspeksi visual berdasarkan pedoman Bina Marga (2017) serta analisis struktur menggunakan prinsip mekanika teknik secara manual. Hasil inspeksi visual menunjukkan sebagian besar komponen berada dalam kondisi cukup hingga buruk, dengan nilai kondisi (NK) berkisar antara 1,0 hingga 3,4. Komponen dengan nilai rendah termasuk <em>handrail</em>, kabel angin, dan blok angkur kabel angin, yang menunjukkan kerusakan signifikan seperti karat parah, pelapukan, hingga deformasi. Hasil analisis struktur menunjukkan bahwa kabel utama, <em>hanger</em>, sistem lantai, dan <em>pylon </em>masih dinyatakan aman secara struktural. Namun, blok angkur kabel angin dinyatakan tidak aman karena tidak memenuhi syarat stabilitas terhadap gaya geser dan guling. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan teknis pemeliharaan berbasis inspeksi visual dan analisis struktur sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan jembatan gantung. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan strategis pemeliharaan jembatan gantung di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sumber daya.</p> Rizky Agung Wibowo, Dertawan Widagdo, Dennis Bintang Nugroho Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/326 Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700 ANALISA WAKTU DAN BIAYA OPERASIONAL ALAT BERAT PADA PROYEK NORMALISASI SUNGAI SOKA PLUMBON https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/327 <p style="text-align: justify;">Proyek normalisasi sungai merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian banjir dan pemulihan fungsi aliran sungai. Dalam pelaksanaannya, keterbatasan waktu dan volume pekerjaan yang besar menuntut penggunaan alat berat secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas, estimasi waktu, dan biaya operasional dari penggunaan alat berat pada proyek normalisasi Sungai Soka di Plumbon, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis produktivitas alat berdasarkan kondisi lapangan. Alat berat yang dianalisis meliputi excavator PC-200, excavator long arm Hitachi ZX200LC-5G, dan dump truck Mitsubishi Colt Diesel FE 74 HD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan kombinasi alat berat yang tepat mampu meningkatkan efisiensi waktu dan menekan biaya operasional. Estimasi waktu dan biaya yang diperoleh dapat dijadikan acuan dalam perencanaan proyek sejenis agar lebih efektif dan efisien. Penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen alat berat di bidang teknik sipil, khususnya pada pekerjaan normalisasi sungai. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan kombinasi alat berat yang tepat dan efisien sangat mempengaruhi durasi pekerjaan dan total biaya proyek. Perhitungan produktivitas menunjukkan perbedaan waktu penyelesaian dan biaya operasional antara data lapangan dan standar AHSP Hasil Perolehan waktu dan biaya operasional Yang Diperlukan Untuk Penyelesaian Pekerjaan normalisasi sungai soka plumbon&nbsp; Didapatkan Yaitu Pada Tanah yang digali 30 Unit Excavator, 73 Unit Excavator long arm , Dan 5 Unit Dump Truck Waktu Penyelesaiannya 29 Hari/250 Jam Kerja dan biaya operasional sebesar Rp 371.780.978,06 berdasarkan analisa dilapangan , Sedangkan sesuai dengan AHSP 13 Unit Excavator, 29 Unit Excavator, Dan 6 Unit Dump Truck Waktu Penyelesaiannya 22 Hari/191 Jam Kerja dan biaya operasional sebesar Rp 159,532,706.90.</p> Rizky Ramadhan, Asep Saefudin, Nandang Susanto Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/327 Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700 ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP POTENSI BANJIR DI SUNGAI CIBERES KABUPATEN CIREBON https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/328 <p style="text-align: justify;">Konteks perubahan iklim, peningkatan intensitas dan frekuensi hujan ekstrem berpotensi memperbesar risiko banjir, bahkan di wilayah yang sebelumnya tidak tergolong rawan.Penelitian ini bertujuan menganalisis tren perubahan iklim dan kontribusinya terhadap peningkatan potensi serta frekuensi kejadian banjir di wilayah Sungai Ciberes. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di DAS Ciberes yang mengaliri 3 kecamatan yaitu Kecamatan Waled, Kecamatan Babakan dan Kecamatan Gebang yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon. Metode penelitian deskriptif ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data: observasi dan dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Didapatkan dari observasi, BMKG, website BPS (Badan Pusat Statistik) yaitu data lokasi penelitian. Hasil penelitian pada DAS Ciberes pada tren perubahan iklim diliat dari perhitungan menggunakan distribusi normal, distribusi log normal, distribusi log person III, analisis kejadian banjir. Berdasarkan hasil hitungan diketahui bahwa genangan banjir pada wilayah DAS Ciberes hamper semua ruas dari hulu (Ambit), Hilir (Cangkuang), dan Muara (Gebang). Diketahui berdasarkan hasil uji dispersi, analisis distribusi normal memiliki &nbsp;nilai 0.338 dengan kesimpulan tidak memenuhi, distribusi log normal memiliki nilai 0.865 kesimpulan tidak memenuhi, distribusi log person III nilai 0.8 kesimpulan memenuhi dan Gumbel memiliki nilai 0.008 tidak memenuhi.Distribusi terbaik untuk menganalisis data hidrologi dan perubahan iklim di DAS Ciberes adalah Log Pearson III. Data menunjukkan adanya ketidakwajaran pola distribusi iklim, yang dapat menjadi indikasi bahwa DAS Ciberes telah mengalami pengaruh perubahan iklim, seperti; perubahan pola curah hujan, munculnya hujan ekstrem lebih sering, ketidakteraturan musim bulan basah dan bulan kering.</p> Kayla Nazwa Nuzqiana, Adam Safitri, Arif Hanif Hidayat Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/328 Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700 PERBANDINGAN NILAI KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH BATU ALAM DARI SUNGAI CIGAYAM (BETON F’c 25 ) https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/329 <p style="text-align: justify;">Air merupakan komponen penting dalam pembuatan beton karena berperan langsung dalam proses pencampuran dan reaksi kimia hidrasi semen. Namun, ketersediaan air bersih yang terbatas di beberapa wilayah mendorong pencarian alternatif lain, salah satunya adalah penggunaan air limbah dari industri lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah dari industri batu alam terhadap kuat tekan beton mutu F’c 25, dengan studi kasus di Sungai Cigayam, Kabupaten Cirebon yang banyak memiliki usaha pemotongan batu alam. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium P.T Pioneer Beton Industrie dengan membuat benda uji beton berbentuk silinder yang menggunakan dua jenis air pencampur: air bersih sebagai kontrol dan air limbah batu alam sebagai perlakuan. Pengujian kuat tekan dilakukan pada usia 7, 14, dan 28 hari untuk melihat perkembangan kekuatan beton seiring waktu. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan air limbah berdampak pada penurunan kuat tekan beton dibandingkan dengan beton yang menggunakan air bersih. Penurunan ini diduga berkaitan dengan adanya partikel halus, lumpur, serta kandungan kimia dalam air limbah yang mengganggu proses ikatan semen dan agregat. Meski begitu, pada beberapa sampel, hasil kuat tekan masih berada dalam kisaran standar minimum untuk mutu beton f’c 25. Penelitian ini menunjukkan bahwa air limbah batu alam berpotensi digunakan sebagai air campuran beton, terutama untuk kebutuhan konstruksi non-struktural atau skala kecil, asalkan dilakukan pengujian sebelumnya. Penggunaan air limbah juga dapat menjadi solusi yang ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap air bersih, selama kualitas air tersebut tetap diawasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya uji lanjutan, khususnya terhadap kandungan kimia dalam air limbah serta dampaknya terhadap sifat-sifat beton lainnya seperti durabilitas dan ketahanan jangka panjang.</p> Muhammad Sibghatullah, Edi Rohadi, Dedi Hermawan, Iwan Purnama Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa | Teknik Sipil STTC https://ejournal.sttcirebon.ac.id/index.php/jtss/article/view/329 Rab, 15 Okt 2025 00:00:00 +0700