PENGARUH PARKIR ON STREET TERHADAP KAPASITAS JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN CIAMIS
Isi Artikel Utama
Abstrak
Timbulnya parkir pada badan jalan berakibat buruk terhadap kapasitas jalan. Salah satu ruas jalan di Ciamis Jawa Barat yang sebagian badan jalannya digunakan untuk parkir kendaraan adalah Jalan Perintis Kemerdekaan. Kendaraan yang parkir di badan jalan meningkatkan hambatan samping dan mempersempit lebar jalan sehingga menimbulkan menurunnya kapasitas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kondisi parkir kendaraan sebagai hambatan samping pada jalan tersebut, (2) menganalisis kapasitas jalan akibat pengaruh parkir on street.Metodologi yang dipakai meliputi, pengambilan data di lapangan (survey) volume lalu lintas, volume parkir/hambatan samping,dan status/geometric jalan. Survey dilakukan pada hari Minggu untuk mewakili hari libur dan pada hari Senin untuk mewakili hari kerja dilakukan selama 12 jam dalam satu hari. Analisa data meliputi perhitungan volume lalu lintas, volume parkir/hambatan samping, kapasitas jalan dan derajat kejenuhan. Kemudian dianalisis dengan metode MKJI 1997.Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Jalan Perintis Kemerdekaan Ciamis terdapat parkir on street di sisi kiri sepanjang jalan tersebut dengan posisi parkir kerndaraan membentuk sudut 45° untuk mobil dan 90° untuk motor dan becak dengan hambatan samping tertinggi terjadi pada pengamatan hari kedua (Senin) sehingga mengurangi lebar jalur menjadi 6m dan mengurangi kapasitas jalan tersebut. Hasil perhitungan hambatan samping menunjukan kelas hambatan samping tertinggi terjadi pada rentang waktu 15.30-16.30 dengan kelas hambatan samping High (H) dan total bobot sebesar 501,5 dimana parkir kendaraan merupakan nilai bobot terbesar. 2) Hasil analisis kapasitas pada jalan tersebut menunjukan nilai terendah analisis kapasitas jalan terhadap hambatan samping sebesar 4059 smp/jam dari kapasitas dasar sebesar 4950 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,43 sedangkan analisis kapasitas jalan terhadap pola parkir sebesar 4053 smp/jam dari kapasitas dasar 4950 smp/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 0,43 terjadi pada hari kedua (Senin) rentang waktu 15.30-16.30. Berdasarkan MKJI 1997 jika derajat kejenuhan <0,75 maka ruas jalan tersebut masih terbilang cukup untuk menampung arus atau volume lalu lintas.