ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PADA SIMPANG TIDAK BERSINYAL GRIYA SUNYARAGI PERMAI (GSP)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Simpang Griya Sunyaragi Permai merupakan simpang tidak bersinyal dimana sering terjadinya konflik lalu lintas pada simpang tersebut. Adanya perubahan tata guna lahan dari yang awalnya tidak terbagun menjadi terbagun seperti pengembangan salah satu kampus yang sudah ada di Cirebon yaitu Institut Agama Islam Negerti ( IAIN), dengan adanya operasional kampus IAIN siber mengakibatkan akan terjadinya peningkatan beban lalu lintas oleh kendaraan pribadi, transportasi umum, kendaraan berat, dan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume lalu lintas pada simpang, kapasitas , dan kinerja simpang pada simpang Griya Sunyargi Permai. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei di lapangan untuk mendapat volume lalu lintas, hambatan samping dan geometri simpang dan analisa dan pengolahan data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis menunjukan, pada kondisi eksisting kinerja simpang untuk kondisi simpang tak bersinyal pada eksisting untuk hari senin 27 Mei 2024 nilai derajat kejenuhan (DS) pada simpang tersebut pada pagi dan sore hari "jenuh " (DS>0,85) yaitu pukul 07.00-08.00 sebesar 1,086 dengan kapasitas (C) sebesar 3688 smp/jam dan 15.30-16.30 sebesar 1,222 pukul dengan kapasitas (C) sebesar 3346 smp/jam Sedangkan pada hari sabtu 25 Mei 2024 derajat kejenuhan (DS) pada pagi dan sore hari "jenuh" (DS>0,85) yaitu pukul 07.00-08.00 sebesar 0,872 (DS>0,85) dengan kapasitas (C) sebesar 3152 smp/jam dan sore hari pukul 15.30-16.30 sebesar 0,886 (DS>0,85) dengan kapasitas (C) sebesar 3174 smp/jam. Dapat dikatakan bahwa kondisi pada pagi dan sore simpang GSP termasuk ke dalam "jenuh". Berdasrkan temuan tersebut , disarankan untuk memperbaiki tingakat pelayanan jalan seperti rambu jalan, penggunaan APILL atau bundaran, melakukan perlebaran jalan agar dapat memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi konflik pada simpang.