PERENCANAAN TEKNIS PEMELIHARAAN JEMBATAN GANTUNG CIHOE KECAMATAN CILEDUG KABUPATEN CIREBON
Isi Artikel Utama
Abstrak
Jembatan gantung merupakan prasarana vital di wilayah pedesaan yang menghubungkan akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, dan aktivitas sosial. Penelitian ini dilakukan pada Jembatan Gantung Cihoe, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, yang dibangun pada tahun 1998 dan direhabilitasi pada tahun 2019. Meskipun telah direhabilitasi, jembatan ini tetap memerlukan evaluasi teknis dan pemeliharaan berkala untuk memastikan kelayakan fungsional dan strukturalnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi fisik jembatan melalui inspeksi visual, menganalisis kekuatan struktur komponen utama secara manual, serta menyusun perencanaan teknis pemeliharaan berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Komponen yang dianalisis meliputi kabel utama, hanger, lantai jembatan, menara (pylon), blok angkur utama, kabel angin, dan blok angkur kabel angin. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode inspeksi visual berdasarkan pedoman Bina Marga (2017) serta analisis struktur menggunakan prinsip mekanika teknik secara manual. Hasil inspeksi visual menunjukkan sebagian besar komponen berada dalam kondisi cukup hingga buruk, dengan nilai kondisi (NK) berkisar antara 1,0 hingga 3,4. Komponen dengan nilai rendah termasuk handrail, kabel angin, dan blok angkur kabel angin, yang menunjukkan kerusakan signifikan seperti karat parah, pelapukan, hingga deformasi. Hasil analisis struktur menunjukkan bahwa kabel utama, hanger, sistem lantai, dan pylon masih dinyatakan aman secara struktural. Namun, blok angkur kabel angin dinyatakan tidak aman karena tidak memenuhi syarat stabilitas terhadap gaya geser dan guling. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan teknis pemeliharaan berbasis inspeksi visual dan analisis struktur sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan jembatan gantung. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan strategis pemeliharaan jembatan gantung di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sumber daya.