ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR DI BENDUNGAN SEDONG KECAMATAN SEDONG KABUPATEN CIREBON

Main Article Content

Lia Amaliah
Indra Pratama

Abstract

Bendungan Sedong merupakan aset yang sangat penting bagi masyarakat terutama dalam sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon. Sumber air Bendungan Sedong berasal dari curah hujan dan suplesi air dari Bendung Cisatak. Bendungan Sedong mengairi daerah irigasi seluas 629 ha dalam dua kali masa tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air di bendungan, kebutuhan air di daerah irigasi, dan kemampuan keandalan tampungan dalam mencukupi kebutuhan air di daerah irigasi pada Masa Tanam ke dua (MT 2), dan Masa Tanam ke tiga (MT 3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. Untuk menentukan ketersediaan air di Bendungan Sedong dilakukan perhitungan debit inflow dari Bendunga Cisatak dan curah hujan yang masuk ke bendungan. Adapun untuk menentukan kebutuhan irigasinya dengan cara menghitung Satuan Kebutuhan Air dan luas areal irigasi yang diairi. Perhitungan dilakukan dengan cara manual sesuai dengan KP-01. Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa Kebutuhan Air di Daerah Irigasi Sedong lebih besar dari Ketersediaan Air di Bendungan Sedong dengan rincian, kebutuhan air di Daerah Irigasi Sedong sebesar 9.222.693,75 m³, sedangkan ketersediaan air di Bendungan Sedong sebesar 3.778.049,39 m³. Akan tetapi Ketersediaan air di Bendungan Sedong masih mampu mencukupi kebutuhan air di seluruh daerah irigasinya yang memiliki luas 629 hektar dengan system tata gilir.

Article Details

Section
Articles