ANALISIS KINERJA SALURAN INDUK MANEUNGTEUNG KEPALA DAERAH IRIGASI CIKEUSIK KABUPATEN CIREBON

Main Article Content

Suyatno
Sonie Apriyanto

Abstract

Sistem jaringan irigasi Cikeusik pada saluran induk Cikeusik mengalami penurunan kemampuan kapasitas suplai air akibat kerusakan pada sarana dan prasarana bangunan akibat umur bangunan, kurangnya pemeliharaan bangunan sebagai akumulasi kegiatan O&P yang tertunda karena keterbatasan dana O&P, perubahan fungsi areal irigasi dan sekitarnya. Tingginya sedimentasi yang masuk kesaluran induk dan juga dari daerah bagian kiri saluran yang masuk melalui drain inlet yang masuk ke saluran induk, menyebabkan kapasitas alir saluran induk berubah sangat besar. Disamping itu, saluran induk dan sekunder melintasi daerah pemukiman yang kesadaran penduduk akan kebersihan sangat kurang, begitu banyak sampah masyarakat dibuang ke saluran irigasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan penilaian tentang kinerja sistem irigasi saluran induk Maneungteung Kepala Daerah irigasi Cikeusik Kabupaten Cirebon yang berguna untuk menyusun program tindak lanjut seperti perbaikan, rehabilitasi, dan pemeliharan jaringan irigasi. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung ke lapangan dengan melakukan penelusuran jaringan irigasi daerah irigasi Cikeusik, dan analisis data sekunder. Penelusuran jaringan irigasi ini dilakukan untuk mendapatkan data kondisi prasarana fisik. Metode wawancara dan analisis data sekunder digunakan untuk mendapatkan data produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan P3A. Perhitungan penilaian kinerja sistem irigasi Cikeusik meliputi 6 (enam) aspek indikator yaitu kondisi prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja sistem irigasi utama daerah irigasi Cikeusik ialah kurang dan perlu perhatian (66,57%).

Article Details

Section
Articles