RENCANA PERBAIKAN RIGID PAVEMENT DI GERBANG TOL (GT) KANCI PT. JASA MARGA CABANG PALIMANAN-KANCI

Main Article Content

Angga Aradea
Edi Rohadi
Dertawan Widagdo

Abstract

Jalan memiliki peran penting sebagai penghubung antar daerah dan indikator mobilitas ekonomi suatu negara. Jalan tol hadir sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan yang semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Gerbang Tol Kanci PT. Jasa Marga Cabang Palimanan-Kanci merupakan salah satu titik penting dalam pelayanan transaksi tol yang saat ini mengalami kerusakan pada struktur perkerasannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kondisi kerusakan existing struktur perkeraasan kaku (rigid pavement)di area gerbang Tol Kanci menggunakan metode analisa Pavement Condition Index (PCI) (2) Menganalisis kerusakan pada struktur perkerasan kaku (rigid pavement). (3) Mengetahui jenis perbaikan serta tahapan dan cara penanganan kerusakan pada struktur perkeraasan kaku (rigid pavement). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai jenis kerusakan struktur dan non-struktur seperti kerusakan rigid patah, retak memanjang, retak melintang dan non-struktur seperti tambalan (patching) dan retak joint. Berdasarkan penilaian kondisi jalan dengan menggunakan metoda PCI, tingkat kerusakan rata-rata masuk kedalam rentang 49,33% dengan Kriteria (Fair). Dari hasil perhitungan tebal perkerasan berdasarkan nilai LHR (Lalu lintas Harian Rat-rata) pada saat ini, tebal perkerasan Rigid Pavement yang di dapat adalah 23 cm. Sedangkan tebal Rigid Pavement Existing di Lokasi Gerbang Tol (GT) Kanci PT. Jasa Marga Cabang Palimanan-Kanci adalah 27 cm dengan tulangan double Wire Mesh. Maka penyebab kerusakan bukan dari kurangnya tebal perkerasan Rigid Pavement itu sendiri melainkan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karakteristik bahan penyusun perkerasan, perilaku terhadap perkerasan, iklim, tanah dasar, serta proses pada saat pengerjaan perkerasan. Metode perbaikan yang direkomendasikan mengacu pada pedoman Tata Cara Pemeliharaan Perkerasan Kaku (rigid) No. 10/T/BNKT/1991 dan Standar Pelayanan Minimum Jalan Tol antara lain, jenis penanganan rekonstruksi untuk kerusakan struktur yang cukup parah, penanganan grouting semen untuk tingkat kerusakan yang sedang, penanganan sealant asphaltic plug untuk kerusakan yang cukup rendah.

Article Details

Section
Articles