ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRGASI PADA DAERAH TIRTANEGARA KEBUPATEN MAJALENGKA
Main Article Content
Abstract
Sistem irigasi memegang peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian, terutama pada daerah yang memiliki curah hujan tidak merata sepanjang tahun. Penelitian ini dilakukan di Daerah Irigasi (DI) Tirtanegara, Kabupaten Majalengka, yang memiliki luas area 649 hektar, dengan tujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi secara sistematis berdasarkan data iklim, jenis tanaman, luas lahan, serta efisiensi saluran irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kebutuhan air irigasi berdasarkan pendekatan klimatologi dan hidrologi, yang mencakup perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode Penman, analisis evaporasi, perkolasi, serta kebutuhan air pada masing-masing musim tanam. Perhitungan dilakukan berdasarkan tiga pendekatan: metode dari buku Irigasi dan Bangunan Air, metode JICA (Japan International Cooperation Agency), dan metode Van de Goor dan Zijlstra. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata evaporasi tahunan tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 3,14 mm dan terendah pada bulan Maret sebesar 2,21 mm. Proses tanam tidak dapat dilakukan secara serentak karena fluktuasi debit Bendung. Kebutuhan air untuk tanaman padi pada Musim Tanam Pertama (MT I) yaitu sebesar 1,27 lt/dt/ha untuk pengolahan lahan dan 0,69 lt/dt/ha untuk masa pertumbuhan. Sedangkan pada Musim Tanam Kedua (MT II), kebutuhan air meningkat menjadi 1,54 lt/dt/ha untuk pengolahan lahan dan 1,19 lt/dt/ha untuk masa pertumbuhan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya koordinasi antara instansi terkait untuk penjadwalan tanam serta pelaksanaan penelitian lanjutan mengenai kebutuhan air yang lebih spesifik agar sistem irigasi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.