EVALUASI KONSTRUKSI JALAN REL BAGIAN ATAS PETAK JALAN DARI STASIUN CIREBON SAMPAI DENGAN STASIUN CANGKRING

Isi Artikel Utama

Dedi Sunendi
Dedi Hermawan

Abstrak

Petak jalan Stasiun Cirebon sampai dengan Stasiun Cangkring merupakan petak jalan yang paling padat untuk Wilayah Daop 3 Cirebon karena merupakan titik pertemuan kereta api jalur utara dan selatan. Lintas utara yaitu kereta api yang menuju atau dari Stasiun Semarang dan seterusnya, sedangkan lintas selatan adalah kereta api yang menuju atau dari Stasiun Purwokerto dan seterusnya. Perhitungan atau perencanaan dalam pembuatan dan pemeliharaan jalan rel sangat detail. Suatu contoh dalam pembuatan geometri jalan rel, dengan menggunakan perhitungan dan perencanaan yang matang penumpang kereta api tidak akan merasakan adanya lengkung tersebut. Umur konstruksi jalan rel yang tergolong tidak muda lagi karena merupakan peninggalan jaman belanda untuk jalur hulu, sedangkan untuk jalur hilir merupakan pengembangan jalan rel sesuai kebutuhan angkutan rel yang sekarang. Umur dan kepadatan perjalanan tersebut perlu dihitung dan dievaluasi kembali untuk memastikan kapasitas angkut pada lintas, beban gandar dan jenis rel yang digunakan sesuai dengan yang disyaratkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Atas dasar itu penyusun tertarik mengambil topik Tugas Akhir tentang “Evaluasi konstruksi Jalan Rel Bagian Atas Dari Stasiun Cirebon sampai dengan Stasiun Cangkring.”

Rincian Artikel

Bagian
Articles